Pendataan PHBS Rumah Tangga ( Puskesmas Todanan)

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

Sumber : Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Pusat Promosi Kesehatan Tahun 2008

Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)?

      PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat. PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bias ratusan. Misalnya tentang gizi: makan beraneka ragam makanan, minum tablet darah, mengkonsumsi Garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya , membersihkan lingkungan.

Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanaka semua perilaku kesehatan.

 Apa itu PHBS  di Rumah Tangga?

    PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif  dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di rumah tangga di lakukan untuk mencapai rumah tangga Ber-PHBS. Rumah tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga yaitu :
    persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan memberi bayi ASI ekslusif menimbang balita setiap bulan menggunakan air bersih mencuci tangan dengan air brsih dan sabun menggunakan jamban sehat memberantas jentik di rumah sekali seminggu makan buah dan sayur setiap hari melakukan aktifitas fisik setiap hari tidak merokok di dalam rumah.

Apa manfaat Rumah Tangga Ber-PHBS?

Bagi Rumah Tangga :

    Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit. Anak tumbuh sehat dan cerdas. Anggota keluarga giat bekerja. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

Bagi Masyarakat:

    Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah –masalah kesehatan. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya  Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain.

Apa peran kader

Dalam mewujudkan Rumah Tangga Ber-PHBS?

    Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di Rumah Tangga pada buku kader. Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat untuk memperolah dukungan dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga. Sosialisasi PHBS di Rumah Tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa/kelurahan melalui kelompok damawisma. Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok, penyuluhan massa dan pergerakan masyarakat. Mengembangkan kegiatan-kegiatan ang mendukung terwujudnya Rumah Tangga Ber-PHBS. Memantau kemajuan pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di Rumah Tangga.

Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

Apa itu persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan?

Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya)

Mengapa setiap persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan?

    Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibid an bayi lebih terjamin. Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan perlatan yang aman,bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya.

Apa tanda-tanda persalinan?

    Ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat. Rahim terasa kencang bila diraba, terutama pada saat mulas. Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir. Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir.

·         Merasa seperti mau buang air besar

Bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, yang harus dilakukan adalah:

    Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/dokter) Tetap tenang dan tidak bingung Ketika merasa mulas bernapas panjang, mengambil napas melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut untuk mengurangi rasa sakit.

Apa tanda-tanda bahaya persalinan?

    Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas. Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan. Tali pusat atau tangan/kaki nayi terlihat pada jalan lahir. Tidak kuat mengejen. Mengalami kejang-kejang. Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas. Air ketuban keruh dan berbau. Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar. Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat. Keluar darah banyak setelah bayi lahir Bila ada tanda bahaya, ibu harus segera dibawa kebidan/dokter.

Apa ada peran kader dalam membina rumah tangga agar melakukan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan?

    Melakukan pendataan jumlah seluruh ibu hamil di wilayah kerjanya dengan memberi tanda seperti menempelkan stiker. Menganjurkan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya di bidang/ dokter. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, misalnya melalui penyuluhan kelompok di posyandu, arisan, pengajian, dan kunjungan rumah. Bersama tokoh masyarakat setempat berupaya untuk menggerakan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung keselamatan ibu dan bayi seperti dana sosial bersalin, tabungan ibu bersalin, ambulans desa, calondonor darah, warga dan suami siap Antar jaga, dan sebagainya. Menganjurkan ibu dan bayinya untuk memeriksakan kesehatan ke bidan/dokter selama masa nifas (40 hari setelah melahirkan) sedikitnya tiga kali pada hari minggu pertama, ketiga, dam keenam setelah melahirkan. Menganjurkan ibu ikut keluarga berencana setelah melahirkan. Menganjurkan ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja sampai bayi berumur 6 bulan (ASI Eklusif).

Memberi bayi ASI Eklusif

Apa itu bayi diberi ASI Eklusif ?

Adalah bayi usia 0-6 hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain.

Apa itu keunggulan ASI?

ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Air Susu ibu pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.

Apa saja keunggulan ASI?

    Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan. Mengandung zat kekebalan. Melindungi bayi dari alergi. Aman dan terjamin kebersihan, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar. Tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan di mana saja. Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernapasan bayi.

Kapan dan bagaimana ASI diberikan?

    Sebelum menyusui ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan dari keluarga. Bayi segera dieteki/disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk memasang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan. Teteki/susui bayi sesering mungkin sampai ASI keluar, setelah itu berikan ASI sesuai kebutuhan bayi, waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi, dan berikan ASI dari kedua payudara secara bergantian. Berikan hanya ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, selain ASI diberikan pula Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat dan jumlah yang sesuai dengan perkembangan umur bayi.

Pemberian ASI tetap dilanjutkab hingga berusia 2 tahun.

 Bagaimana cara menyusui yang benar?

    sebelum menyusui bayi, terlebih dahulu ibu mencuci kesua tangannya dengan menggunakan air bersih dan sabun sampai bersih. Lalu bersihkan kedua putting susu dengan kapas yang telah di rendam terlebih dahulu demngan air hangat. Waktu menyusui bayi, sebaiknya ibu duduk atau berbaring dengan santai, pikiran ibu harus dalam keadaan tenang (tidak tegang). Pegang bayi pada belakang bahunya. Tidak pada dasar kepala. Upayakan badan bayi menghadap rada badan ibu,rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara ibu. Tenpelkan dagu bayi pada payudara ibu. Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu bagian dalam. Bayi di susui dengan cara bergantian dari susu sebelah kiri, lalu kesebelah Kanan sampaibayi merasa kenyang. Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi di bersihkan dengan kapas yang telah di rendam air hangat. Sebelum di tidurkan, bayi harus di sendawakan dulu supaya udara yang terhisap bias keluar dengan cara meletekkan bayi tegak lurus pada ibu dan perlahan-lahan di usap belakangnya sampai bersendawa. Udara akan keluar dengan sendirinya.

Apa manfaat memberikan ASI?

Bagi ibu:

    Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi. Mengurangi pendarahan setelah persalinan. Mampercepat pemulihan kesehatan ibu. Menunda kehamilan berikutnya. Mengurangi resiko terkena kanker payudara. Lebih praktis krena ASI lebih mudah di berikan pada saat bayi membutuhkan.

Bagi bayi:

    Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng. Bayi tidak sering sakit.

 

 

Bagi keluarga:

    praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan perlengkapannya. Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula misalnya merebus air dan perlengkapannya.

Bagaimana cara menjaga mutu dan jumlah produksi ASI?

    Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, banyak makan. Sayuran dan buah-buahan. Makan lebih banyak dari biasanya. Banyak minum air putih paling sedikit 8 gelas sehari. Cukup istirahat dengan tidur siang/berbaring selama 1-2 jam dan menjaga ketenangan pikiran. Susui bayi seserimg mungkin dari kedua parudara kiri dan kanan secara bergantian hingga bayi tenang dan puas.

 

Apa yang perlu diperhatikan untuk membantu keberhasilan pemberian ASI Eklusif?

Dukungan suami, orang tua, ibu mertua, dan keluarga lainnya sangat diperlukan agar upaya pemberian ASI Eklusif selama enam bulan bias berhasil.

Apa ibu yang bisa memberikan ASI Eklusif?

Ibu yang bekerja tetap bias nemberikan ASI Eklusif pada bayi caranya:

    Berikan ASI sebelum berangkat kerja. Selama bekerja, bayi tetap nisa diberi ASI dengan cara memerah ASI sebelum berangkat kerja dan ditampung digelas yang bersih dan tertutup untuk diberikan kepada bayi dirumah. Setelah pulang bekerja, bayi disusui kembali seperti biasa.

 Bagaimana cara menyimpan ASI di rumah?

    ASI yang disimpan di rumah di tempat yang

Bagikan Ke Teman :