SOSIALISASI INOVASI PAMAN

Tanggal : 30-Aug-2022 10:07 oleh todanan - dibaca : 138 Kali

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO. Sampai saat ini penularan COVID-19 di tingkat global maupun nasional masih sangat tinggi. Ancaman varian baru virus SARS-CoV2 membutuhkan respon yang cepat untuk mencegah penularan berelanjutan. Oleh karenanya diperlukan langkah – langkah strategis untuk mempercepat pencegahan dan pengendalian COVID-19 dengan mempercepat dan meningkatkan kapasitas pemeriksaan, pelacakan, karantina, dan isolasi mandiri.      Pemantauan isolasi mandiri antara lain:   Pasien melakukan pengukuran dan catat suhu tubuh 2 kali sehari, pagi dan malam hari ,Pasien selalu menggunakan masker jika keluar kamar dan saat berinteraksi dengan anggota keluarga ,Pasien mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin ,Pasien menjaga jarak dengan keluarga (pysical distancing) ,Pasien mengupayakan kamar tidur sendiri/ terpisah, Pasien Menerapkan etika batuk ,Pasien mencuci Alat makan dan minum segera dengan air/ sabun ,Pasien berjemur matahari minimal sekitar 10 – 15 menit setiap harinya (sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 3 sore),Pasien memasukkan pakaian kedalam kantong plastik/ wadah tertutup yang    terpisah dengan pakaian kotor keluarga yang lainnya sebelum dicuci dan segera dimasukkan mesin cuci . Pasien memberi  informasi ke petugas pemantau/ FKTP atau keluarga jika suhu tubuh meningkat  >38ºC, Pasien memperhatikan lingkungan/kamar:memperhatikan ventilasi, cahaya dan udara , Membuka jendela kamar secara berkala , Bila memungkinkan menggunakan APD saat membersihkan kamar (setidaknya masker, dan apabila memungkinkan sarung tangan dan goggle , mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin ,membersihkan kamar setiap hari, bisa dengan air sabun atau bahan desinfektan lainnya.Keluarga memperhatikan : anggota keluarga yang berkontak erat dengan pasien sebaiknya memeriksakan diri ke FKTP/ Rumah Sakit, Anggota keluarga senantiasa pakai masker , Jaga jarak minimal 1 meter dari pasien ,Senantiasa mencuci tangan ,Jangan sentuh daerah wajah kalau tidak yakin tangan bersih , Ingat senantiasa membuka jendela rumah agar sirkulasi udara tertukar ,Bersihkan sesering mungkin daerah yang mungkin tersentuh pasien misalnya gagang pintu      dll        Pemeriksaan, pelacakan, karantina, dan isolasi mandiri merupakan satu proses rangkaian kegiatan yang berkesinambungan yang akan berhasil dilakukan jika dilakukan dengan cepat dan disiplin. Untuk itu, proses ini membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaanya dan koordinasi dengan lintas sektoral. Melalui inovasi PAMAN, Puskemas Todanan melakukan kolaborasi dengan lintas sektoral dalam hal pemeriksaan, pelacakan, karantina dan isolasi mandiri, dengan peran masing – masing sebagai berikut : 1.    Lintas sektoral melakukan pendataan kepada setiap warga yang melakukan perjalanan ke daerah zona merah. 2.    Bidan desa melakukan pendataan terhadap warga yang memiliki keluhan terkait ISPA, serta daftar kontak erat. 3.    Petugas Surveilan  Puskesmas melakukan pemeriksaan antigen dan swab PCR serta membuat pelaporan. 4.    Petugas UGD dan poli ISPA melakukan skrening pasien suspek COVID-19 dan berkolaborasi dengan petugas P2 dalam penentuan diagnosa awal COVID (pemeriksaan antigen serta melakukan tatalaksana lanjut: kasus asymtomatik dan ringan diarahkan untuk isolasi mandiri, kasus sedang dan berat dilakukan rujukan ke Rumah Sakit. 5.    Dokter melakukan tatalaksana awal pasien dengan kondisi sedang dan berat serta melakukan pemantauan pada pasien isolasi mandiri dengan kondisi ringan, sesuai pembagian wilayah binaan masing-masing . Petugas farmasi menyediakan obat dan vitamin yang akan didistribusikan kepada pasien isolasi mandiri.

Bagikan Ke Teman :